Minggu, 28 April 2013

MENAMPILKAN DRAMA SEDERHANA

Dalam pelajaran ini, Anda akan berlatih memerankan drama  dengan memerhatikan penggunaan gerak-gerik (gestur), mimik, dan pelafalan sesuai dengan watak tokoh dalam pementasan  drama. Anda akan berlatih menanggapi peran yang ditampilkan alam pementasan drama. Sebelum memerankan tokoh dalam sebuah drama, Anda harus menghayati terlebih dahulu peran tersebut. Dengan demikian, Anda akan bermain dengan sangat baik. Setelah Anda memahami dan menghayati peran dalam drama, Anda perlu melatih gerak-gerik (gestur), mimik (ekspresi wajah), dan intonasi dalam pelafalan dialog. Hal ini bertujuan agar penonton dapat menangkap pesan atau maksud yang hendak disampaikan oleh pemain.
Sebelumnya, telah dikemukakan bahwa untuk melatih penghayatan diperlukan latihan olah sukma. Untuk melatih gerak-gerik dan mimik, Anda perlu melakukan latihan olah tubuh, sedangkan untuk melatih intonasi Anda memerlukan latihan olah vokal. Latihan-latihan tersebut sangat penting dilakukan agar saat pementasan berlangsung, tubuh aktor akan siap secara keseluruhan. Dengan demikian, penonton tidak akan merasa jenuh.

1. Gerak-Gerik (Gestur)

Seorang pemain drama perlu mengontrol tubuhnya sendiri agar sesuai dengan peran yang akan diperankannya. Misalnya, saat Anda berperan sebagai seorang guru yang berwibawa tentunya berbeda gestur saat Anda berperan sebagai seorang kakek renta. Contoh lainnya adalah saat Anda berperan sebagai seorang siswa yang baik dan pintar, tentunya berbeda dengan gestur siswa badung yang pemalas. 

Untuk dapat menguasai gestur tokoh-tokoh tertentu dengan baik, Anda perlu melakukan latihan olah tubuh. Di samping itu, Anda pun perlu melakukan observasi atau pengamatan terhadap igur tokoh yang akan Anda perankan. Misalnya, saat Anda ditugasi berperan sebagai seorang guru, Anda dapat melakukan pengamatan terhadap guru Anda.


2. Mimik atau Ekspresi

Latihan mengolah mimik pun merupakan hal yang tidak kalah pentingnya. Penonton dapat mengetahui suasana hati tokoh yang diperankan melalui mimik yang diperlihatkan oleh pemain. Contohnya, saat pemain berperan sebagai seseorang yang sedang bersedih, tidak mungkin dia menunjukkan mimik atau ekspresi bahagia. Agar mimik dapat  terlatih dengan baik, nda dapat melakukan kegiatan senam wajah setiap hari. Caranya, yaitu menggerak-gerakkan seluruh otot wajah Anda hingga terasa pegal. Hal ini dapat membantu Anda melenturkan otot-otot wajah Anda sehingga mudah dibentuk untuk menampilkan ekspresi-ekspresi tertentu

3. Intonasi

Intonasi dalam pelafalan dialog drama sangat diperlukan. Intonasi yang baik akan membuat penonton tidak jenuh dan permainan lebih hidup. Pengolahan intonasi dapat dilakukan dengan cara:

a. menaik-turunkan volume suara;

b. merendah-tinggikan frekuensi nada bicara;

c. mengatur tempo pengucapan;

d. mengatur dan menolah warna serta tekstur suara;

Setelah memahami materi-materi tersebut, tentunya Anda telah siap untuk menampilkan sebuah drama bersama teman-teman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar